Meng-install Paket Aplikasi di Ubuntu secara Luring (offline) [Lagi]

EDIT 2017: Mungkin cara yang ditawarkan oleh tulisan ini sudah usang. Saya menyarankan kepada pembaca, silakan pakai teknologi yang lebih baik yang sudah disediakan oleh Nif Kurniawan di https://alldeb.net

Unduh versi PDF dari tulisan ini dengan sejumlah perubahan dan penyesuaian, di sini:
https://bokunokeiken.wordpress.com/2014/06/offline-install.pdf

Ada sejumlah alasan mengapa kita tidak bisa melakukan sudo apt-get install nama-paket di Ubuntu. Yang jelas karena tidak ada sambungan internet. Entah karena modem yang tidak cocok, kuota internet habis, atau alasan lainnya. Ubuntu dan distro Linux secara umum memang memudahkan penggunanya untuk menginstal aplikasi, bagi yang tersambung internet. Memang di barat sana kan internet sudah menjadi pasangan dari perangkat komputer. Nah di Indonesia sini kita sudah tahu sendiri bahwa listrik saja masih ada yang belum pernah merasakan, apalagi internet.

Sasaran

Dalam tulisan ini, sebagai contoh saya menggunakan Kubuntu 12.04.4 yang saya instal dalam Oracle VirtualBox. Tetapi jika anda memakai Ubuntu dengan varian lainnya, semisal Xubuntu, Lubuntu, atau Edubuntu, insyaallah tulisan ini masih relevan. Tulisan ini saya tujukan bagi anda yang baru saja menginstal Ubuntu tanpa internet sama sekali entah apa pun penyebabnya. Terlebih bagi anda yang belum pernah merasakan sudo apt-get update, saya sangat menyarankan untuk membaca tulisan ini.

Setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca mendapatkan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Mengetahui bagaimana cara menginstal aplikasi di Ubuntu secara luring (offline) di komputer tanpa internet
  2. Mengetahui apa itu repositori dan server mirror repositori Ubuntu
  3. Belajar Terminal dasar
  4. Mengetahui cara kerja web server NGINX

Garis besar pendekatan

Pada intinya, cara yang saya tawarkan ini adalah membuat server mirror di komputer kita sendiri. Tapi ini hanya mirror untuk package list (daftar paket), bukan me-mirror-kan seluruh paket dari server pusat Ubuntu. Jika anda mencari tentang hal-hal tersebut, silakan merujuk pada http://www.matrix44.net/cms/notes/gnulinux/create-a-local-ubuntu-mirror/ atau https://help.ubuntu.com/community/Apt-Cacher-Server.

Server web yang digunakan adalah Nginx (engine-ex) yang dipilih karena “ringan”, dalam artian tidak boros memori RAM saat beroperasi. Server ini nantinya diinstal pada komputer atau laptop sendiri dan menjadi “server lokal”.

Unduh Nginx

Langkah pertama adalah memasang server web di komputer Ubuntu kita. Berhubung Ubuntu kita saat ini belum tersambung dengan internet, maka kita perlu ke warnet, atau ke mana saja yang penting kita bisa mengakses packages.ubuntu.com dan mencari paket yang kita butuhkan. Jadi, jika saat ini anda sedang mengakses internet, maka unduhlah paket-paket yang dibutuhkan. Nama paket server web yang dibutuhkan adalah nginx-light.

Cobalah apt-web, bisa dari ubottu.com/ljl/apt/ (edit: sebagai gantinya, silakan buka laman ini: http://apt-web.tk/ [sangat dianjurkan]) atau http://repo.ugm.ac.id/apt-web. Dan terakhir saya menemukan informasi dari Grup Ubuntu Indonesia di Facebook: http://apt-web.ntb.linux.or.id/.

apt-web ntb.linux.or.id

Mungkin anda mendapati banyak paket yang tercetak di layar, tetapi sebenarnya kita hanya membutuhkan paket nginx-light dan nginx-common saja, sedangkan sisanya sudah ada sedari awal kita memasang Ubuntu.

Edit: Karena situs apt-web agak sulit untuk diakses, kita gunakan packages.ubuntu.com saja. Unduh nginx-light dari tautan unduhan ini dan nginx-common dari tautan unduhan ini. Pada laman yang tampil, klik pada versi Ubuntu kita, misalnya precise untuk 12.04, dsb. Jika ada yang lebih baru, misalnya precise-updates, pilih yang itu.

pilih versi ubuntu
Memilih versi Ubuntu untuk mengunduh nginx

Tautan unduhan ada pada tabel seperti gambar berikut ini. Jika ada pilihan seperti ini, maka sesuaikan dengan mesin anda atau tipe bit Ubuntu anda. i386 berarti 32 bit, sedangkan amd64 berarti 64 bit.

pilih tipe mesin
Pilih tipe mesin komputer anda

Jika tidak ada pilihan untuk tipe mesin, artinya paket tersebut cocok untuk segala mesin, maka pilih saja all.

pilih all
Jika tidak ada pilihan tipe mesin, pilih all

Setelah tautan di atas diklik, halaman berikutnya adalah memilih server mirror terdekat. Pada gambar berikut ini saya contohkan server kambing.vlsm.org yang ada di Indonesia. Klik saja, maka proses unduhan akan dimulai.

mirror kambing.vlsm.org
Pilih mirror terdekat, dalam hal ini kambing.vlsm.org

Setelah selesai mengunduh dua paket tersebut, simpanlah ke flashdisk untuk dibawa ke Ubuntu kita.

Unduh berkas Senarai Paket Ubuntu (packages list)

Anda belum pulang dulu kan? Kalau begitu, anda perlu mengunduh file-file utama yang akan dibutuhkan. Demi memudahkan anda, saya sudah membuat situs untuk mengunduh file-file package list dasar, Silakan kunjungi http://repo.apt-web.tk/, dan di sana sudah ada panduan cara mengunduh. Ikuti petunjuknya.

apt-web.tk
Unduh file-file yang dperlukan

Saya sangat menganjurkan anda untuk mengunjungi situs tersebut. Tapi ada alternatif lain, yaitu Anda bisa membuat daftar file yang perlu diunduh untuk apt-get update. Di Ubuntu kita, jalankan perintah:

sudo apt-get update --print-uris > daftarfile.txt

Maka akan dibuat satu file dengan nama daftarfile.txt yang berisi tautan-tautan file yang mesti diunduh saat update. Setelah itu, anda bisa mengunduhnya satu persatu atau dengan bantuan ekstensi Downthemall pada Firefox. Dan cara mengunduhnya ada pada laman di atas. Ini sangat penting karena agar skrip auto-atur.sh berfungsi dengan baik. Maka anda juga harus mengunduh skrip auto-atur.sh dari http://repo.apt-web.tk/auto-atur.sh untuh menempatkan setiap file pada tempatnya dengan mudah.

Lanjut ke laman 2 →

Published by

Badwi

A Muslim, sober, a Javanese

4 thoughts on “Meng-install Paket Aplikasi di Ubuntu secara Luring (offline) [Lagi]”

  1. Bismillahirrahmanirrahim.

    Struktur tulisan yang cerdas, Kang. Apalagi sudah dilengkapi dengan skrinsot yang banyak. Tak disangka, semuanya KDE! Yang paling penting dalam tulisan yang mendetail seperti ini adalah cara akang di atas dalam memahamkan pembaca. Sampai dibuatkan rangkumannya pula. Terima kasih, Kang!

  2. Asalamualaikum Wr Wb

    Ini sangat kreatif sekali, dimana pemanfaatan fitur dari nginx itu sendiri, dapat menghasilkan server repositori lokal, em, akan tetapi, saya memiliki pertanyaan.

    Jika saya ingin memperbarui daftar paket, apakah saya harus menimpa daftar file sebelumnya kah ? 🙂

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullahi wb.

      Untuk pemutakhiran tidak ada cara lain selain mengunduh ulang daftar paket-paket. Kalau soal menimpa file, saya belum mencoba, dan mungkin skrip itu belum bisa. jadi, yang pernah diunduh, hapus dulu, atau ganti nama foldernya, lalu skripnya jalankan lagi. begitu kira-kira 🙂

Share your idea here (markdown enabled)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s