Perbandingan 2 APT-WEB

Beberapa bulan yang lalu saya baru tahu kalau ada laman web yang bisa membuat link unduhan paket-paket Ubuntu untuk pengguna offline seperti saya (in particular). Teknologi laman tersebut dinamakan apt-web. Dari googling, hasil pencarian “apt web” teratas akan menampilkan antara lain:

  1. aptweb.dahsy.at
  2. repo.ugm.ac.id/aptweb
  3. aptweb.ntb.linux.or.id

Itu semua merupakan apt-web buatan mas Fajran Iman Rusadi. Yang nomer 3 saya mendapat info dari kang Malsasa dari grup Ubuntu Indonesia di Facebook. Selain apt-web yang itu, ada satu lagi apt chooser yang dulunya ada di ubottu.com/ljl/apt/. Dilihat dari jeroan-nya, keduanya menggunakan PHP dan cukup mudah dipelajari. Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan perbandingan di antara keduanya. Perlu diketahui, keduanya tampaknya sudah tidak dipelihara oleh penulis asli.

APT-WEB

Teknologi buatan anak bangsa ini menurut saya luar biasa. Pada awalnya, saat melihat source code-nya, saya pikir, “wah, ini sulit”. Itu karena saya belum berhasil membuat file config-nya. 🙂

Kelebihan

  1. Ringan di server
  2. Lebih responsif
  3. Lebih atraktif
  4. Bisa search multi paket layaknya apt-get

Kekurangan

  1. Tidak bisa hosting gratis
  2. Database file “status” harus disediakan per “profile”

APT Chooser

APT Chooser ini buatan om Lorenzo J. Lucchini dari Italia. Nah, apt chooser ini sudah berhasil saya utak-atik dan di-host di apt-web.tk.

Kelebihan

  1. Simpel, bisa dipasang di segala shared hosting
  2. Database cukup satu, bisa multi versi Ubuntu
  3. Maintenance database lumayan mudah
  4. Ada keterangan jumlah ukuran file unduhan

Kekurangan

  1. Berat di server (resource-nya)
  2. Pencarian agak lama
  3. Tidak bisa update database, harus direset dengan major update
  4. Tidak bisa cari multi paket, harus satu-satu

Kesimpulan

Dari perbandingan itu, tampak bahwa APT WEB lebih bagus daripada APT Chooser. Tetapi, apt web memiliki kekurangan yang cukup mengganggu, yaitu deployment yang mahal. Jika apt chooser bisa dihost di segala shared hosting, dan bahkan free hosting, maka apt web meminta minimal dedicated hosting VPS. Mungkin inilah jawaban mengapa apt web nomer 3 yang saya sebut di atas sekarang tampaknya tidak berfungsi dengan baik. Ada yang bisa menjelaskan?

Advertisements

Published by

Badwi

A Muslim, sober, a Javanese

6 thoughts on “Perbandingan 2 APT-WEB”

  1. Bismillahirrahmanirrahim.

    SAYA MENUNGGU TANGGAPAN ANDA (MARKDOWN AKTIF)

    Saya -lebih-lebih lagi- menunggu posting seperti ini sejak lama. Dan saya selalu menunggu orang-orang yang peduli dengan pengguna offline. Terima kasih. Saya dapat banyak faedah baru dari tulisan ini, Kang.

    1. Alhamdulillah, kang Malsasa.
      Bârakallâh fiikum,
      saya juga menunggu pihak-pihak yang lebih peduli pada pengguna offline, dengan menyediakan sarana, seperti misalnya 3 apt web yang saya sebut di atas

    1. salim pak pdft..
      dulu biasa ketemu di IRC.. 🙂 (kalau gak salah sih. hehe)
      saya doakan biar cepat sembuh servernya, karena akan sangat bermanfaat.

  2. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, dengan adanya layanan http://apt-web.tk/

    Pak, apakah APT Chooser bisa berjalan di localhost? Saya kesulitan melakukan konfigurasinya, terutama membuat database. Jika berkenan, tolong diberikan detail langkah-langkahnya di github 🙂

    Saya janji, tidak akan membuat situs tandingan. Saya hanya mau dipasang di localhost.

    1. Sangat bisa. Sebelum saya upload ke hosting, saya coba dulu di localhost.
      Untuk membuat database, saya sudah membuat program kecil di https://github.com/baddwin/aptdb. Program itu akan mengubah database APT yang ada di /var/lib/apt/lists/ menjadi file CSV yang bisa diimpor ke MySQL dengan PHPMyAdmin. Kalau Mas tidak punya Qt framework untuk compile program itu, silakan email saya ke slamet . badwi @ GMAIL detail OS yang mas gunakan, nanti saya buatkan binary-nya, dan saya akan coba jelaskan detail konfigurasinya.

      Nah kalau mau buat situs yang tandingan, saya malah lebih senang, soalnya apt-web.tk kan gratisan, bisa hilang kapan saja. Terima kasih.

Share your idea here (markdown enabled)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s