Kubuntu 14.04

Sebagaimana kita tahu, distro Linux sangatlah beragam. Ini menyebabkan fragmentasi yang sangat besar, terutama komunitasnya. Ini bisa menyebabkan munculnya fanatisme terhadap suatu distro tertentu dan kadang menyebabkan perselisihan kecil antara anggota komunitas-komunitas. Sehingga tak heran jika ada komunitas yang kurang welcome kepada pengguna baru.

Fragmentasi juga terjadi pada lingkungan desktop. Yang mana kasus ini menurut saya bagus karena pengguna bisa menyesuaikan seleranya masing-masing, Keberagaman dan perkembangan desktop environment ini sangat menarik untuk diperhatikan. Sejak munculnya Unity dan GNOME 3, muncul pula MATE dan lain sebagainya disebabkan oleh ketidakpuasan anggota komunitas terhadap keduanya dan juga karena semangat open source tentunya. Di mana kebebasan itu benar-benar ada, termasuk kebebasan untuk memilih DE yang cocok untuk kita masing-masing.

Ngomong-ngomong soal kebebasan memilih, saya sendiri saat ini merupakan pengguna Kubuntu sejak beberapa waktu lalu. Lebih tepatnya sejak saya mendapati bahwa KDE lebih responsif daripada Unity Ubuntu. Ini menyangkut keterbatasan kemampuan pengolahan grafis perangkat keras komputer saya. Awalnya, sebagai ganti Unity, saya menggunakan Gnome-fallback Ubuntu. Tetapi karena sudah tidak seperti dulu yang mudah dikustomisasi tampilannya, saya mencoba lagi KDE yang pada waktu itu masih terkesan ‘berat’. Namun kenyataan berkata lain. Tim pemelihara Kubuntu bekerja dengan sangat baik dengan memberikan sentuhan akhir yang menjadikan Kubuntu adalah distro KDE dengan penggunaan resource paling rendah di jajaran atas.

kubuntu osx theme
Kubuntu dengan tema OSX

Kubuntu 14.04 sudah dirilis beberapa bulan lalu. Tapi saya sudah menginstalnya jauh-jauh hari saat masih tahap beta, sebagai ganti 13.04 64 bit yang bermasalah. Sebenarnya saya sudah menginstal ulang versi 12.04 setelah Trusty resmi dirilis, seperti yang sudah direncanakan. Ini karena driver grafis open source Intel GMA 500-based saya hanya cocok sampai kernel Linux 3.2 yang digunakan Precise. Terakhir kali yang saya ingat, dengan driver tersebut, kinerja komputer sangat responsif. Namun saya tidak ingat bahwa saat itu saya menggunakan DE gnome-fallback yang tidak membutuhkan OpenGL. Akhirnya saya instal lagi Trusty Tahr karena tidak mendapatkan performa yang diharapkan dan dengan beberapa pertimbangan.

KDE Software Compilation yang mutakhir

Beberapa hari sebelum Trusty dirilis, KDE SC 4.13 juga dirilis. Padahal proses pemilihan paket dan bug fixing sudah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Ini tentunya memunculkan dilema tersendiri, di mana seharusnya versi LTS yang didukung sampai 3 tahun menyertakan software yang mutakhir dan stabil. Tetapi yang jelas Trusty menyertakan KDE SC 4.13 dan pustaka Qt versi 4.8.6 (yang pada saat penggodokan Trusty, versi ini masih tahap beta) dan Qt 5.2.1 juga sudah tersedia di repository. Saya memandang ada ketergesa-gesaan, sehingga tak heran jika masih ada sedikit bug pada versi LTS ini. Yang membuat saya masih bingung adalah versi KDE SC itu apakah memang 4.13, sedangkan saya pernah melihat ‘About’ dari satu aplikasi, itu adalah versi 4.12.95. Jadi, mungkin itu pembulatan.

Pengelola sambungan internet modern

Salah satu pemutakhiran fitur yang saya suka adalah widget plasma pengelola sambungan internet yang lebih segar. Dengan desain baru yang lebih simpel dan ada tambahan fungsionalitas baru. Yang sangat berguna untuk saya adalah fitur berbagi sambungan internet melalui Wifi hibrid dongle. Saya belum sempat mendalami iptables (yang akan segera terganti) untuk berbagi sambungan dari modem USB. Jadi, fitur sharing wifi ini sangat-sangat memudahkan untuk pengguna awam seperti saya.

Saat saya instal Precise, saya mencoba mengompilasi kode sumber plasma-widget itu, beserta seluruh dependensi yang dibutuhkan. Tetapi sayangnya belum berhasil karena dependensinya benar-benar versi baru semua dan saya simpulkan memang tidak cocok untuk Precise.

plasma-widget-nm
Hasil kompilasi plasma widget network manager

Fitur lain yang dipoles oleh para pengembang adalah Muon Discover yang merupakan App Center-nya Kubuntu. Menurut saya sangat bagus, tetapi saya lebih cenderung memilih perintah apt-get untuk menginstal aplikasi. Secara keseluruhan, saya rasa Kubuntu 14.04 sudah cukup stabil, sesuai dengan tradisi rilis LTS. Walaupun demikian, tetap ada kekurangannya. Satu yang hilang adalah manajemen Pengguna yang dihilangkan dari System Settings. Pada tahap beta, item ini crash saat dieksekusi. Dan sekarang malah hilang. Apa mungkin para pengembang lupa mengembalikannya?

Saya bisa mengatakan, saat ini saya nyaman menggunakan KDE. Walaupun begitu, tentunya menyesuaikan dengan keadaan komputer. Saya sudah menjajal KDE Debian, Linux Mint, OpenSUSE dan Mageia, tetapi saya lebih memilih Kubuntu, walaupun sekarang pemeliharaan Kubuntu sudah terpisah dari varian Ubuntu lain, dan tidak lagi didanai oleh Canonical.

Untuk saat ini, pengembangan KDE saya lihat seperti mandek. Ini karena para pengembang sedang beralih ke Qt 5 dan melakukan transisi ke KDE yang lebih modern. http://dot.kde.org/2014/06/26/where-kde-going-part-1

Advertisements

Published by

Badwi

A Muslim, sober, a Javanese

Share your idea here (markdown enabled)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s