MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual

Saya mencoba instal MuseScore setelah mengunjungi laman Showroom aplikasi-aplikasi Qt yang belum lama dibuat: http://showroom.qt-project.org/musescore/ (mungkin pranala akan berubah beberapa waktu ke depan). Sebagaimana umumnya aplikasi Qt, MuseScore ini bisa running pada multi-platform, termasuk pula Ubuntu (atau Linux secara keseluruhan). Aplikasi ini adalah aplikasi pembuat partitur musik. Walaupun saya tidak paham soal musik, tapi melihat fitur-fitur yang ada di dalamnya, kelihatannya dia adalah aplikasi yang mumpuni untuk menggubah aransemen musik.

Tulisan ini adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan aplikasi opensource MuseScore. Saya tidak tahu cakupannya sampai seluas apa, atau kepada golongan mana. Tetapi saya yakin pasti ada yang membutuhkannya, mungkin suatu hari nanti.

Continue reading MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual

Advertisements

Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah

Akhirnya bisa juga menerapkan otentikasi dua langkah untuk login ke Ubuntu. Pada tulisan ini, sekalian saja saya menerangkan langkah-langkah pengaturan verifikasi dua langkah untuk bermacam-macam akun daring.

Apa itu Google Authenticator?

Google Authenticator adalah nama aplikasi pembuat token TOTP (Time-base One-Time Password) untuk verifikasi dua langkah. Aplikasi ini adalah buatan Google, tersedia di Google Play untuk diinstal di Android. Ini tersedia pula versi untuk iOS dan Blackberry. Perangkat mobile lain juga ada aplikasi authenticator ini. Cari saja di app market masing-masing. Misalnya di Nokia store namanya TOTP-ME, yang mana saya menggunakannya.

TOTP sendiri adalah sesuai namanya, password sekali pakai yang berkala, biasanya 30 detik. Token yang dihasilkan terdiri dari angka berjumlah 6-8 karakter. Rincian teknisnya bisa dibaca di Wikipedia atau situs lain. Continue reading Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah

Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu

Pada tulisan yang lampau, saya sudah menyinggung sedikit tentang convert video, yaitu mengubah format video dari format MP4 misalnya, menjadi 3GP, MPEG, MOV, FLV dsb. Format-format video itu ditangani oleh codec-nya masing-masing.

Di Linux, ada aplikasi yang menangani codec-codec multimedia, antara lain Avconv (ffmpeg) dan mencoder. Dan tulisan ini membahas cara mengonversi (transcode) file multimedia dengan Avconv menggunakan aplikasi GUI, yaitu WinFF. Saat ini dukungan codec Avconv sudah bisa dikatakan lengkap. Kita bisa mengonversi format video populer apapun menjadi yang kita mau. Dan ngomong-ngomong, WinFF ini tersedia untuk Windows juga.

Instal WinFF

Jika belum punya WinFF, instal dulu pada distro Linux kita. Pada Ubuntu misalnya, cukup cari di Software Center: winff, lalu instal. Pengguna KDE (Kubuntu) bisa memilih winff-qt, atau qwinff pada Ubuntu 12.04.

Pastikan pula libav-tools ikut terinstal, yang merupakan dependensi winff. Paket ini memuat sejumlah aplikasi yang dibutuhkan oleh WinFF.

Continue reading Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu

Android Development (Macam-macam Kakas)

logo android
Logo Android
Tulisan terakhir saya tentang programming adalah tentang development aplikasi Android menggunakan Qt Libs. Sampai saat itu saya menggunakan KDE Necessitas sebagai kakasnya. Versi Qt yang digunakan adalah 4.8.2. Sekarang saya tahu bahwa ternyata Necessitas tidak diperbarui dalam kurun waktu yang cukup lama, dan masih tetap versi alpha 4. Saya tidak tahu mengapa, tetapi saya menduga ini mungkin sudah diambil alih Digia dan menjadikannya Qt Mobile sebagai strategi bisnisnya.

Berangkat dari hal di atas, saya mulai mencoba Qt 5 for Android. Namanya baru belajar, ya maklumlah. Selain itu, karena ukuran unduhan Qt framework yang besar, saya perlu pertimbangan khusus untuk mengunduhnya. Dan selain mulai belajar pengembangan aplikasi Android dengan Qt, saya juga mulai belajar QML. Yang mana sudah saya simpulkan pada tulisan yang lalu, bahwa banyak developer yang memilih QML untuk pengembangan aplikasi mobile.

Tetapi kali ini saya belum akan berbagi kode bagaimana pengembangan aplikasi mobile dengan QML ini. Karena saya cuma masih bisa membuat “Hello World”. Continue reading Android Development (Macam-macam Kakas)

Perbandingan 2 APT-WEB

Beberapa bulan yang lalu saya baru tahu kalau ada laman web yang bisa membuat link unduhan paket-paket Ubuntu untuk pengguna offline seperti saya (in particular). Teknologi laman tersebut dinamakan apt-web. Dari googling, hasil pencarian “apt web” teratas akan menampilkan antara lain:

  1. aptweb.dahsy.at
  2. repo.ugm.ac.id/aptweb
  3. aptweb.ntb.linux.or.id

Itu semua merupakan apt-web buatan mas Fajran Iman Rusadi. Yang nomer 3 saya mendapat info dari kang Malsasa dari grup Ubuntu Indonesia di Facebook. Continue reading Perbandingan 2 APT-WEB

Jadi Ahli Bahasa dengan Kamus Lengkap di Linux

Kali ini saya ingin memerinci tentang aplikasi kamus di Linux, apapun distronya. Ada tiga program yang pernah saya coba, antara lain Stardict, Goldendict dan QStardict. Dua yang terakhir merupakan cabang atau berbasis pada Stardict. Goldendict sudah saya bahas pada tulisan #30.

Stardict

Stardict ini bisa dijalankan di lintas platform, baik MacOS X, Linux maupun Windows. Sudah lama saya tidak menggunakan StarDict, jadi, tidak begitu ingat bagaimana memanfaatkannya. Silakan merujuk pada situs resminya. http://www.stardict.org/ dan https://code.google.com/p/stardict-3/. Kebanyakan distro Linux sudah menyertakannya di repositori. Cukup cari stardict di pusat peranti lunak masing-masing ditro dan install dari sana.

stardict di windows
StarDict di Windows

Continue reading Jadi Ahli Bahasa dengan Kamus Lengkap di Linux