Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online

Ikon MFRadioTernyata sudah setahun lebih saya punya hape Nokia Asha 210. Waktu itu pertimbangan beli hape yang pertama adalah harga, yang kedua kualitas. Yang ketiga dan seterusnya saya lupa. Ponsel Android dengan harga yang sama sebenarnya sudah banyak, tapi spek-nya kecil, dan tidak memenuhi pertimbangan nomor dua. Tahu sendiri lah.

Pada saat itu saya memang belum ingin punya Android. Dan sekarang pun sebenarnya masih sama, kecuali untuk develop aplikasinya. Untungnya saya tidak perlu punya Android untuk develop, karena sudah ada yang bersedia meminjamkan kapan saja. 🙂

Continue reading “Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online”

Advertisements

Yarock: Streaming Radio Jadi Gampang

Satu lagi aplikasi pemutar musik untuk Linux, Yarock. Aplikasi ini dibuat dengan Qt murni, bukan berbasis KDE. Bulan lalu sudah rilis versi 1.0.0. Lihat pada laman resmi di Launchpad: https://launchpad.net/yarock/1.x/1.0.0

Pas sekali, saya suka aplikasi yang Qt-based. Di desktop KDE tampilannya membaur dan kesannya natif. Selain itu, kode sumber bisa dipelajari. 🙂

Continue reading “Yarock: Streaming Radio Jadi Gampang”

Saya lupa sejak kapan Chromium browser di Ubuntu sudah bisa menampilkan fonta Jawa dengan benar. Entah setelah update sistem, atau setelah instal ekstensi Anvanced Fonts Settings.

Googling tentang release notes Chromium atau mungkin ada yang posting tentang new feature Chromium belum ketemu nih. Cuma nemu yang lumayan menarik: https://code.google.com/p/chromium/issues/detail?id=400334

Chromium Sudah Support Fonta SIL Graphite kah?

Saya mencoba instal MuseScore setelah mengunjungi laman Showroom aplikasi-aplikasi Qt yang belum lama dibuat: http://showroom.qt-project.org/musescore/ (mungkin pranala akan berubah beberapa waktu ke depan). Sebagaimana umumnya aplikasi Qt, MuseScore ini bisa running pada multi-platform, termasuk pula Ubuntu (atau Linux secara keseluruhan). Aplikasi ini adalah aplikasi pembuat partitur musik. Walaupun saya tidak paham soal musik, tapi melihat fitur-fitur yang ada di dalamnya, kelihatannya dia adalah aplikasi yang mumpuni untuk menggubah aransemen musik.

Tulisan ini adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan aplikasi opensource MuseScore. Saya tidak tahu cakupannya sampai seluas apa, atau kepada golongan mana. Tetapi saya yakin pasti ada yang membutuhkannya, mungkin suatu hari nanti.

Continue reading “MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual”

MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual

Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah

Akhirnya bisa juga menerapkan otentikasi dua langkah untuk login ke Ubuntu. Pada tulisan ini, sekalian saja saya menerangkan langkah-langkah pengaturan verifikasi dua langkah untuk bermacam-macam akun daring.

Apa itu Google Authenticator?

Google Authenticator adalah nama aplikasi pembuat token TOTP (Time-base One-Time Password) untuk verifikasi dua langkah. Aplikasi ini adalah buatan Google, tersedia di Google Play untuk diinstal di Android. Ini tersedia pula versi untuk iOS dan Blackberry. Perangkat mobile lain juga ada aplikasi authenticator ini. Cari saja di app market masing-masing. Misalnya di Nokia store namanya TOTP-ME, yang mana saya menggunakannya.

TOTP sendiri adalah sesuai namanya, password sekali pakai yang berkala, biasanya 30 detik. Token yang dihasilkan terdiri dari angka berjumlah 6-8 karakter. Rincian teknisnya bisa dibaca di Wikipedia atau situs lain. Continue reading “Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah”

Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu

Pada tulisan yang lampau, saya sudah menyinggung sedikit tentang convert video, yaitu mengubah format video dari format MP4 misalnya, menjadi 3GP, MPEG, MOV, FLV dsb. Format-format video itu ditangani oleh codec-nya masing-masing.

Di Linux, ada aplikasi yang menangani codec-codec multimedia, antara lain Avconv (ffmpeg) dan mencoder. Dan tulisan ini membahas cara mengonversi (transcode) file multimedia dengan Avconv menggunakan aplikasi GUI, yaitu WinFF. Saat ini dukungan codec Avconv sudah bisa dikatakan lengkap. Kita bisa mengonversi format video populer apapun menjadi yang kita mau. Dan ngomong-ngomong, WinFF ini tersedia untuk Windows juga.

Instal WinFF

Jika belum punya WinFF, instal dulu pada distro Linux kita. Pada Ubuntu misalnya, cukup cari di Software Center: winff, lalu instal. Pengguna KDE (Kubuntu) bisa memilih winff-qt, atau qwinff pada Ubuntu 12.04.

Pastikan pula libav-tools ikut terinstal, yang merupakan dependensi winff. Paket ini memuat sejumlah aplikasi yang dibutuhkan oleh WinFF.

Continue reading “Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu”