Kubuntu Tidak Bisa Login karena…

Tadi habis mencoba-coba Google authenticator di Kubuntu. Hasilnya tidak bisa login karena gagal. 😦

Awalnya googling tentang authenticator, muncul saran kata kunci ‘google authenticator linux’. Karena penasaran, akhirnya mengarah pada: http://askubuntu.com/questions/193248/google-authenticator-for-desktop-lightdm-or-gdm-plugin dan juga http://brianpost.blogspot.com/2012/07/verifikasi-2-langkah-pada-ubuntu-hasil.html

Eh, ternyata ada yang salah… Saya belum tahu di mananya yang salah. Tapi yang jelas kedua sumber tersebut sudah lumayan outdated sih. Ini saya menemukan lagi yang lebih baru: http://www.cyberciti.biz/open-source/howto-protect-linux-ssh-login-with-google-authenticator/ tapi kelihatannya sama saja, hanya beda desktop environment.

Mudah-mudahan ini: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1156240 bisa mengatasi masalah gagal login saya ini, dan saya bisa menulis kelanjutan ceritanya…

Advertisements

Furigana: Belajar Huruf Kanji Jepang

Masih berhubungan dengan bahasa dan editor teks. Kali ini saya akan menuliskan tentang cara menuliskan furigana di program office MS Word dan Libre Office. Furigana adalah cara baca huruf kanji yang dituliskan di atas atau di bawahnya, ditujukan untuk belajar kanji. Saya biasa menemukannya pada lagu opening atau ending anime.

Dalam komputasi, furigana diperoleh dengan bantuan notasi Ruby. Banyak program yang sudah mendukungnya, misalnya program perkantoran, LaTeX dan bahkan Aegisub (dengan efek kara). Dan sekarang HTML5 sudah memberikan tag khusus <ruby> untuk furigana.

MS Office Word

Langsung saja kita menulis furigana menggunakan program office, dan yang pertama adalah Microsoft Word. Cara ini berlaku untuk MS Office 2007 dan lebih baru. Sebaiknya anda instal juga dukungan bahasa Jepang untuk Windows. Seharusnya Windows 7 sudah terdapat dukungan ini sejak awal instalasi. Atur juga IME (Input Method Editor) bahasa Jepang agar nantinya bisa mengubah teks furigana. Continue reading “Furigana: Belajar Huruf Kanji Jepang”

Tulisan ini merupakan perpanjangan dari tulisan sebelumnya. Saya mendapat ide dari kang Buono dan diberi masukan oleh kang Malsasa sehingga menuliskan posting ini. Tetapi saya belum mencoba ibus-table-alif (yang disarankan kang Malsasa) untuk kali ini.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah memberi gambaran apa itu input method dan contoh-contohnya. Kali ini saya ingin lebih sistematis dalam menerangkan cara agar kita bisa mengetik tulisan Arab dan Jawa dengan keyboard standar US. Yang mana disesuaikan dengan simbol fonetiknya, misalnya tombol A menghasilkan Alif atau aksa Jawa A, dsb.

Jika sebelumnya saya memakai IBus sebagai contohnya, maka kali ini menggunakan ekstensi xkb. Ubuntu menyertakannya dalam setiap ISO-nya. Jadi, tidak perlu instal paket tambahan, kecuali untuk input Jawa.

Namun sebenarnya xkb ini tidak bisa dimodifikasi secara programatik, yaitu misalnya saya membuat paket DEB dan mengedit file evdev.xml. Hal seperti ini adalah ilegal menurut kaidah pemaketan Debian. Maka nanti anda akan mengedit sendiri file evdev.xml tersebut. Continue reading “Input Method Arab dan Jawa dengan Cara Indonesia”

Input Method Arab dan Jawa dengan Cara Indonesia

Mengetik Tulisan Arab, Jawa, Jepang di Linux

Pernah saya singgung sedikit tentang mengetik tulisan Arab dan Jepang dengan input method di Linux. Sedangkan saya juga sudah menulis posting dalam aksara Jawa Unicode. Sekarang saatnya saya menuliskan bagaimana caranya mengetik aksara bukan Latin seperti itu dengan keyboard standar yang kita miliki.


Salah satu keunggulan Linux adalah dukungan internasionalisasi yang luas. Ada banyak sekali program bantuan untuk pengguna yang memakai bahasa tertentu, selain terjemahan UI aplikasi. Bahasa standar yang dipakai distro Linux umunya adalah bahasa Inggris (karena merupakan bahasa internasional). Maka sudah tentu input papan ketik standar adalah English US (QWERTY). Begitu pula bahasa yang menggunakan aksara Latin, termasuk bahasa Indonesia.

Bahasa selain Inggris US bisa saja mempunyai standar papan ketik selain QWERTY. Dan saya bisa katakan setiap distro Linux menyediakan tata letak papan ketik tersebut. Maka kita yang mempunyai papan ketik standar US pun bisa mengetik seperti menggunakan papan ketik lain.

Namun penggunaan tata letak papan ketik lain tidaklah cukup untuk mengetik tulisan dengan aksara yang kompleks semisal Jepang, Cina, Korea, India, Thailand dsb. Untuk aksara Cina misalnya, tidak mungkin satu papan ketik memuat seluruh aksara yang jumlahnya ribuan. Untuk hal ini, metode input memainkan perannya. Continue reading “Mengetik Tulisan Arab, Jawa, Jepang di Linux”

Baiklah, inilah lanjutan dari tulisan lampau yang sudah mengenalkan sedikit tentang Kdenlive, editor video di Linux. Tulisan tentang Kdenlive ini menjelaskan sedikit bagaimana membuat credit di akhir video. Itu tuh, tulisan yang bergerak dari bawah ke atas, yang seperti di akhir film-film.

Biasanya, seperti pada film-film, credit menampilkan nama-nama pemeran dan pekerja di balik layar. Ada pula informasi lainnya, seperti lagu-lagu soundtrack, tahun rilis film, bahkan sponsor-sponsor.

Kita pun bisa membuat tulisan credit ini untuk proyek video kecil kita. Dengan Kdenlive pun ternyata kita bisa melakukannya. Tapi memang tidak ada cara pintas untuk membuatnya. Perlu ada sedikit usaha lebih untuk membuat tulisan credit. Continue reading “Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video”

Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video

Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu

Pada tulisan yang lampau, saya sudah menyinggung sedikit tentang convert video, yaitu mengubah format video dari format MP4 misalnya, menjadi 3GP, MPEG, MOV, FLV dsb. Format-format video itu ditangani oleh codec-nya masing-masing.

Di Linux, ada aplikasi yang menangani codec-codec multimedia, antara lain Avconv (ffmpeg) dan mencoder. Dan tulisan ini membahas cara mengonversi (transcode) file multimedia dengan Avconv menggunakan aplikasi GUI, yaitu WinFF. Saat ini dukungan codec Avconv sudah bisa dikatakan lengkap. Kita bisa mengonversi format video populer apapun menjadi yang kita mau. Dan ngomong-ngomong, WinFF ini tersedia untuk Windows juga.

Instal WinFF

Jika belum punya WinFF, instal dulu pada distro Linux kita. Pada Ubuntu misalnya, cukup cari di Software Center: winff, lalu instal. Pengguna KDE (Kubuntu) bisa memilih winff-qt, atau qwinff pada Ubuntu 12.04.

Pastikan pula libav-tools ikut terinstal, yang merupakan dependensi winff. Paket ini memuat sejumlah aplikasi yang dibutuhkan oleh WinFF.

Continue reading “Aplikasi WinFF untuk Convert Video di Linux Ubuntu”

Aplikasi HTML / Web App Nokia Asha Series

HTML sebenarnya bukan dimaksudkan untuk membuat aplikasi. Ia hanyalah skrip markup yang fungsinya adalah untuk menggambar tampilan dokumen, yang biasanya adalah laman web. Tetapi sejak HTML5 digulirkan, ia juga digunakan untuk membuat tampilan untuk aplikasi, baik laman web maupun mobile device. Sedangkan fungsinya sebagai aplikasi dilaksanakan oleh Javascript atau bahasa pemrograman lain di dalam tag canvas.

HTML merupakan yang pertama saya pelajari di dunia komputer. Karena bukan merupakan bahasa pemrograman, dan hanya ada tag-tag yang telah ditentukan, maka tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya.

Karena mempunyai kepercayaan diri dengan HTML ini, akhir-akhir ini saya berhasil membuat aplikasi berdasarkan HTML5. Awalnya saya pikir aplikasi HTML5 hanya untuk smartphone. Tetapi ternyata ponsel S40 dan Asha dari Nokia pun mempunyai aplikasi seperti ini, yang disebut web app. Di Ovi store sudah banyak web app yang bisa diunduh, termasuk aplikasi Pandalon RSS yang mungkin anda gunakan untuk membaca tulisan ini. 🙂

Continue reading “Aplikasi HTML / Web App Nokia Asha Series”