Instal MS Office 2010 di [K]Ubuntu dengan Wine

Kelihatannya orang-orang masih banyak yang mencari tutorial cara instal program windows di Linux. Lihat saja tulisan teratas blog ini, “Cara Instal Wine” setiap hari nongol di situ. Hal demikian wajar saja, mengingat basis pengguna Linux adalah pengguna Windows.

Beberapa hari yang lalu saya lihat ada pertanyaan di grup FB Ubuntu Indonesia bagaimana cara instal MS Office 2007/2010 yang benar. Setelah membaca pertanyaan tersebut, saya jadi penasaran kok kelihatannya sulit menginstal MS Offie dengan wine. Dan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Pada tulisan yang dulu itu screenshot yang dipasang hanya jendela setup awal, tidak sampai selesai.

Nah kali ini saya bagikan rinciannya, berhubung sudah berhasil menginstalnya, pada akhirnya. Saya coba beberapa kali instal dengan konfigurasi wine standar, memang sampai selesai, tetapi program tidak berhasil run dengan mulus. Sampai saya instal Playonlinux segala pun, masih belum berhasil, malah instalasi dianggap gagal.

Continue reading “Instal MS Office 2010 di [K]Ubuntu dengan Wine”

Advertisements

Building Qt Framework from Source Menggunakan MinGW

Setelah sebelumnya saya mem-build Qt Framework dengan MS Visual C++ compiler, nah kali ini saya tulis yang pakai MinGW dan MSYS. Sudah lama juga blog ini tidak menulis tentang Qt.

Selayang pandang MinGW dan MSYS

MinGW adalah singkatan dari Minimalist GNU for Windows. Bisa ditebak apa isinya dari “GNU”-nya. Menurut dokumentasinya, maksudnya minimalis adalah bahwa MinGW tidak menyediakan lingkungan runtime POSIX. Tetapi MinGW menyertakan tool set opensource yang lengkap untuk development di lingkungan Windows.

msys logo icon

Ikon MSYS

Sedangkan MSYS adalah singkatan dari Minimal System, yang intinya adalah konsol shell untuk menjalankan baris perintah. Ya seperti CMD-nya Windows. Atau kalau di Linux dan Mac seperti Terminal. Nanti MSYS digunakan untuk menjalankan perintah-perintah untuk kompilasi source code Qt framework.

Mempersiapkan Peralatan

  1. Unduh MinGW yang ada di http://mingw-w64.sourceforge.net/
  2. Unduh MSYS dari http://downloads.sourceforge.net/mingw/MSYS-1.0.11.exe
  3. Unduh source code Qt dari http://download.qt-project.org/archive/qt/5.3/5.3.2/single/
  4. Di sini saya hanya mengunduh ‘qtbase’ dari http://download.qt-project.org/archive/qt/5.3/5.3.2/submodules/ (hemat kuota internet 😀 )
  5. Di sistem saya sudah terinstall Python, Ruby dan (Active)Perl. Mungkin ketiganya perlu diinstal jika mem-build seluruh modul Qt, terutama Webkit.
  6. Instal OpenSSL atau kompil sendiri dari kode sumbernya. Pada tulisan yang lalu, ternyata saya tidak mengompilasi OpenSSL, sehingga aplikasi yang dihasilkan tidak bisa mengakses https.

Mengompilasi Kode Sumber

Pastikan semuanya siap, dan lihat apakah folder bin MinGW ada di PATH.

  1. Ekstrak source code Qt. Saya misalkan di D:/Develop/Qt-Lib/5.3.2/.
  2. Buka MSYS, pindah ke direktori source code barusan.
  3. Kita akan melakukan pseudo build, maka buat folder ‘build’ di situ >> mkdir build
  4. cd build
  5. Jalankan perintah:
    ../configure -opensource -confirm-license \
    -platform win32-g++ -prefix "D:/Develop/Qt-Lib/5.3.2/release" \
    -nomake examples -nomake tests -no-icu -openssl \
    -I "D:/Develop/openssl-1.0.1i/dist/include" \
    -L "D:/Develop/openssl-1.0.1i/dist/lib" -v
  6. Keterangan: -prefix adalah tempat hasil akhir kompilasi, semua akan disalin ke situ saat perintah make install. -no-icu sama seperti tulisan yang dulu, gunanya adalah menghilangkan dukungan Unicode. Lainnya sesuaikan.
  7. Pastikan tidak ada error. Lalu jalankan mingw32-make.exe (atau cukup ‘make‘)
  8. Jika sukses, jalankan mingw32-make.exe install
  9. Selesai

Sekarang tinggal menambahkan qmake hasil kompilasi ke Qt Creator. Jika folder bin hasil kompilasi itu ada di PATH sistem, maka Qt Creator akan mendeteksinya secara otomatis.

Untuk deployment, aplikasi membutuhkan 3 DLL dari MinGW, antara lain: libstdc++-6.dll libgcc_s_dw2-1.dll dan libwinpthread-1.dll.

dependency walker

Melihat dependensi pustaka aplikasi

Bereksperimen dengan API

“Bermain air basah, bermain api letup”

Begitulah peribahasa yang ada. Dan kali ini saya menulis tentang API. Tak usah khawatir, karena ini bukan api yang membuat letup, melainkan Application Programming Interface. Di blog ini sudah ada tulisan yang mencontohkan penggunaan API Facebook.

Kali pertama mendengar API ini, kesannya sulit dan tidak mudah dipelajari. Itu saat saya ngobrol sama teman bagaimana kalau misalnya menjadi programmer. Dia bilang, salah satunya harus bisa membuat API untuk program yang dibuat. Itu kalau programnya sudah terkenal dan berguna buat orang banyak. Dan macam-macam API yang saya perkenalkan di sini memang buatan situs-situs yang terkenal dan digunakan oleh orang banyak. Continue reading “Bereksperimen dengan API”

Assalamu’alaikum, World!

You always see ‘Hello World!’, don’t you? So now I bring you “Assalamu’alaikum, world”. Because this is the best for me, and us. It is salaam, which is said by Muslims in the world when they meet each other. It means “may peace be upon you”. Isn’t that beautiful?

Hold on! I don’t promote radicalism here. I mean, it is not radical at all. Yeah, I know many people are sensitive about everything related to Islam. Even with something ‘trivial’, like salaam.

As for this post, I just suddenly want to write a post in English. I realize that actually I’ve never write English for this blog. You know, I am not English native speaker. It is just an ‘optional’ language to learn. But for now, look like it has shown its necessity to be learned.

For me, it took much time to learn. I think I need some more years to master English. But thanks to internet, it becomes more efficient to learn English. There are many free English courses in the web. And I often visit BBC Learning English (bbclearningenglish.com) to get the learning material. I knew the programme in the radio long ago, when I was a child.

I hope I can write some more English post for this blog in the future.

Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah

Akhirnya bisa juga menerapkan otentikasi dua langkah untuk login ke Ubuntu. Pada tulisan ini, sekalian saja saya menerangkan langkah-langkah pengaturan verifikasi dua langkah untuk bermacam-macam akun daring.

Apa itu Google Authenticator?

Google Authenticator adalah nama aplikasi pembuat token TOTP (Time-base One-Time Password) untuk verifikasi dua langkah. Aplikasi ini adalah buatan Google, tersedia di Google Play untuk diinstal di Android. Ini tersedia pula versi untuk iOS dan Blackberry. Perangkat mobile lain juga ada aplikasi authenticator ini. Cari saja di app market masing-masing. Misalnya di Nokia store namanya TOTP-ME, yang mana saya menggunakannya.

TOTP sendiri adalah sesuai namanya, password sekali pakai yang berkala, biasanya 30 detik. Token yang dihasilkan terdiri dari angka berjumlah 6-8 karakter. Rincian teknisnya bisa dibaca di Wikipedia atau situs lain. Continue reading “Google Authenticator: Pengamanan Dua Langkah”

Kubuntu Tidak Bisa Login karena…

Tadi habis mencoba-coba Google authenticator di Kubuntu. Hasilnya tidak bisa login karena gagal. 😦

Awalnya googling tentang authenticator, muncul saran kata kunci ‘google authenticator linux’. Karena penasaran, akhirnya mengarah pada: http://askubuntu.com/questions/193248/google-authenticator-for-desktop-lightdm-or-gdm-plugin dan juga http://brianpost.blogspot.com/2012/07/verifikasi-2-langkah-pada-ubuntu-hasil.html

Eh, ternyata ada yang salah… Saya belum tahu di mananya yang salah. Tapi yang jelas kedua sumber tersebut sudah lumayan outdated sih. Ini saya menemukan lagi yang lebih baru: http://www.cyberciti.biz/open-source/howto-protect-linux-ssh-login-with-google-authenticator/ tapi kelihatannya sama saja, hanya beda desktop environment.

Mudah-mudahan ini: http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1156240 bisa mengatasi masalah gagal login saya ini, dan saya bisa menulis kelanjutan ceritanya…