Menulis Artikel di WordPress dengan MarkDown

WordPress sekarang sudah menyediakan fitur menulis dalam format Markdown.  Dari laman dukungan WordPress (Markdown) dijelaskan bahwa kita sudah bisa menulis artikel dengan format markdown. Dan untuk siapa saja yang tertarik menggunakannya, bisa mengacu pada referensi cepat (Markdown quick reference) yang disediakan oleh WordPress.

Dalam laman referensi tesebut, tersedia contoh-contoh kode markdown yang bisa diterapkan oleh kita dalam menulis. Di sini saya akan mencontohkan beberapa di antaranya.

Penekanan kata

Ada dua jenis penekanan kata yang bisa diterapkan di sini, antara lain huruf miring dan tebal.

*Ini huruf miring*
**Dan ini huruf tebal**

maka hasilnya:

Ini huruf miring
Dan ini huruf tebal

Kutipan

>  Ini adalah tulisan pertama dalam bentuk Markdown.

maka hasilnya:

Ini adalah tulisan pertama dalam bentuk Markdown.

Tanda kutip di atas bukan saya yang menulis, tetapi dari tema blog yang saya gunakan.

Pranala atau tautan

URL blog ini adalah [wp.me/2HB8t](https://bokunokeiken.wordpress.com/ "Tooltip")

maka hasilnya:

URL blog ini adalah wp.me/2HB8t

Penajukan

# Tajuk 1
## Tajuk 2
### Tajuk 3
#### Tajuk 4

Hasilnya

Tajuk 1

Tajuk 2

Tajuk 3

Tajuk 4

 

Gambar

Kode untuk menyisipkan gambar hampir mirip dengan tautan, hanya saja diberi tanda seru di depannya.

![wordpress.com markdown](https://bokunokeiken.files.wordpress.com/2014/02/wp-markdown.jpg "")
wordpress.com markdown
Contoh awal tulisan dengan format Markdown

Penomoran

Untuk penomoran, kita tinggal menulis nomor di depan setiap baris.

1. Nomor 1
2. Nomor 2
3. Nomor 3
  * bullet 1
  * bullet 2
4. Nomor 4

maka hasilnya:

  1. Nomor 1
  2. Nomor 2
  3. Nomor 3
    • bullet 1
    • bullet 2
  4. Nomor 4
Advertisements

Kubuntu 13.04 64-bit

kubuntu logo
Logo Kubuntu

Beberapa hari lalu Kubuntu 12.04 saya mengalami kendala pada saat booting yang mana tidak bisa melewati plymouth (splash screen). Kemungkinan besar penyebabnya adalah karena X.Org yang tidak sengaja terhapus. Mungkin itu karena saya memasang paket ubuntu-desktop. Saya pikir itu karena konflik antara lightdm dan kdm. Tapi walaupun sudah saya hapus salah satunya dan mencoba memasang X.Org kembali dari tty, tetap saja masalah berlanjut. Akhirnya saya putuskan untuk install ulang saja. Saya hanya punya dua pilihan: Ubuntu 13.10 atau Kubuntu 13.04, semuanya 64-bit. Sebenarnya saya masih ingin pakai yang LTS, tapi semua ISO ada di partisi Ubuntu kecuali dua itu. Setelah saya buat flash disk multi bootable, langsung saya coba keduanya, dan yang bisa di-boot hanya Kubuntu. Ternyata entry GRUB untuk Ubuntu Saucy pada file menu.lst ada yang salah. Tapi ini lebih baik buat saya, karena PC saya tidak support OpenGL yang dipakai Unity. Dan saat saya berhasil mem-boot Live USB Ubuntu Saucy, kinerjanya terasa berat.

Continue reading Kubuntu 13.04 64-bit

Membuat Program Aplikasi dengan Qt dan Memanfaatkan Graph API Facebook

Melanjutkan eksplorasi pada pemrograman, di mana saya sudah memaparkannya pada Pandalon #40 bahwa saya memilih Qt Framework sebagai sarananya. Setelah melanglang buana di jagat Google untuk mencari ilham (tutorial 😀  , akhirnya saya bisa menerapkan pengetahuan tersebut untuk belajar membuat proyek aplikasi. Dan saya rasa sudah saatnya saya berbagi pandalon untuk hal ini. Pada proyek program pertama ini saya memanfaatkan pustaka class Networking (jaringan) pada Qt Framework. Yang mana saya gunakan juga untuk belajar memanfaatkan Graph API dari Facebook. Project ini saya namakan FaceFetch, deskripsinya saya jelaskan nanti. Pemilihan Graph API Facebook ini saya ambil dengan pertimbangan bahwa saat ini saya adalah Facebooker dan situs ini masih menjadi situs web nomor 1 di dunia, atau setidaknya di Indonesia. Lebih-lebih karena penggunanya yang banyak dan relatif selalu aktif mengakses Facebook.

Continue reading Membuat Program Aplikasi dengan Qt dan Memanfaatkan Graph API Facebook

Pasang ‘Wine’ di Ubuntu untuk Install Program Windows

Wine adalah program open source yang bebas dan mudah digunakan yang bisa menjalankan banyak software berbasis Windows di dalam sistem operasi berbasis Unix, termasuk MacOS X, Linux Ubuntu dan turunan-turunannya, semacam Linux Mint, BlankOn Linux dsb. Atau versi Ubuntu lainnya, seperti Kubuntu yang berbasis KDE, Lubuntu atau Xubuntu.

Artikel ini menjelaskan langkah-langkah mudah untuk memasang Wine di Ubuntu versi manapun, termasuk 12.04 LTS, 13.04, 13.10 juga Linux Mint. Kita akan tahu caranya mengatur Wine, meng-install software Windows, dan meng-uninstall.

Continue reading Pasang ‘Wine’ di Ubuntu untuk Install Program Windows