Android Development (Macam-macam Kakas)

logo android
Logo Android
Tulisan terakhir saya tentang programming adalah tentang development aplikasi Android menggunakan Qt Libs. Sampai saat itu saya menggunakan KDE Necessitas sebagai kakasnya. Versi Qt yang digunakan adalah 4.8.2. Sekarang saya tahu bahwa ternyata Necessitas tidak diperbarui dalam kurun waktu yang cukup lama, dan masih tetap versi alpha 4. Saya tidak tahu mengapa, tetapi saya menduga ini mungkin sudah diambil alih Digia dan menjadikannya Qt Mobile sebagai strategi bisnisnya.

Berangkat dari hal di atas, saya mulai mencoba Qt 5 for Android. Namanya baru belajar, ya maklumlah. Selain itu, karena ukuran unduhan Qt framework yang besar, saya perlu pertimbangan khusus untuk mengunduhnya. Dan selain mulai belajar pengembangan aplikasi Android dengan Qt, saya juga mulai belajar QML. Yang mana sudah saya simpulkan pada tulisan yang lalu, bahwa banyak developer yang memilih QML untuk pengembangan aplikasi mobile.

Tetapi kali ini saya belum akan berbagi kode bagaimana┬ápengembangan aplikasi mobile dengan QML ini. Karena saya cuma masih┬ábisa membuat “Hello World”. Continue reading Android Development (Macam-macam Kakas)

Kubuntu 13.04 64-bit

kubuntu logo
Logo Kubuntu

Beberapa hari lalu Kubuntu 12.04 saya mengalami kendala pada saat booting yang mana tidak bisa melewati plymouth (splash screen). Kemungkinan besar penyebabnya adalah karena X.Org yang tidak sengaja terhapus. Mungkin itu karena saya memasang paket ubuntu-desktop. Saya pikir itu karena konflik antara lightdm dan kdm. Tapi walaupun sudah saya hapus salah satunya dan mencoba memasang X.Org kembali dari tty, tetap saja masalah berlanjut. Akhirnya saya putuskan untuk install ulang saja. Saya hanya punya dua pilihan: Ubuntu 13.10 atau Kubuntu 13.04, semuanya 64-bit. Sebenarnya saya masih ingin pakai yang LTS, tapi semua ISO ada di partisi Ubuntu kecuali dua itu. Setelah saya buat flash disk multi bootable, langsung saya coba keduanya, dan yang bisa di-boot hanya Kubuntu. Ternyata entry GRUB untuk Ubuntu Saucy pada file menu.lst ada yang salah. Tapi ini lebih baik buat saya, karena PC saya tidak support OpenGL yang dipakai Unity. Dan saat saya berhasil mem-boot Live USB Ubuntu Saucy, kinerjanya terasa berat.

Continue reading Kubuntu 13.04 64-bit