It’s so easy to connect Raspbian Lite to WiFi

raspbian-lite-connect-wifi

This month, I’ve got a chance to try Raspberry Pi device. I’ve got the Pi 2 model B from Jakarta Notebook offline store in Semarang. I am going to make it as a home server (actually workspace server 😀 ). Right now, there’s a router here that is connected to internet. But unfortunately, I don’t have sufficient LAN cable to connect Pi to the router. So, I make use of a Ralink USB WiFi adapter for Pi to connect. And actually, set it up via command line is not hard as I thought.

https://www.raspberrypi.org/documentation/configuration/wireless/wireless-cli.md

Advertisements

Have a look at this screenshot. It’s my experience when installed OpenWRT system image via command line. I did that way because it’s almost broken and I thought it bricked. But fortunately, it could be connected via SSH, and I reflashed the image with mtd command, after I scp-ed the binary image.

Flashing OpenWRT router from console

Flashing OpenWRT router from console

How to flash OpenWRT router

Avoiding ‘Hidden’ Bills of AWS Free Tier

I’ve got an AWS free tier account for a year recently. The free should mean free of charge, but even before a month, suddenly I got an unpaid bill notification from Amazon.

AWS Free Tier charge

AWS Free Tier bill

By looking at above image, I saw that the bill comes from EC2 service, which I use it for setting up a VPS. After deep looking at the bill information, I got the culprit. It was the Elastic IP address that got me to pay the charge.

Briefly, I requested a static IP address to be associated to my VPS. I didn’t aware that the IP has to be bound to any instances. Once it is disassociated, we will be charged at per-hour rate. And unfortunately, I disassociated it for a few hours by unknown reason. As the result, I had to pay Amazon for $0.36.

So, instead of disassociate the ellastic IP address, we just have to release it. Perhaps it will be useful for other people.

I’ve just noticed that Google has improved its text-to-speech engine for bahasa Indonesia. Actually, it’s not a fresh news, as Google has released it in December last year. Other posts have explained this earlier. [1]

Google Translate

Google Translate improves bahasa Indonesia voice

I always concern about the TTS topic, particularly for bahasa Indonesia. I’ve been writing a post about TTS earlier, too.

[1] http://aguswblog.blogspot.com/2015/01/android-text-to-speech-bahasa-indonesia.html & http://www.androidpolice.com/2014/12/04/google-adds-hindi-indonesian-support-text-speech-engine-apk-download/

Google Translate’s New Voice Engine for Bahasa Indonesia

PopojiCMS, Pengelola Laman Web yang Fleksibel

Sudah banyak sekali pilihan CMS untuk website, sekarang ini. Salah satunya adalah PopojiCMS, buatan developer Indonesia. Menurut pengembangnya, Popoji berarti “kantong”, yang merupakan bahasa Manado. Karena memang pengembangnya berasal dari Manado. CMS ini belum begitu kompleks, maksudnya tidak seperti WordPress yang punya banyak API. Ya ini karena memang PopojiCMS ditujukan untuk developer pemula sampai master. Oleh karena itu, kita bisa membuat hasil akhir website yang sangat customizable dan fleksibel sesuai dengan yang kita inginkan.

Lihat laman web PopojiCMS.org

Kebetulan sudah lama saya ingin mengisi hosting dengan tulisan-tulisan. Masalah utama adalah kuota penyimpanan file hanya 40 MB. 😀 Kalau diinstal WordPress, sangat tidak mungkin. Mau membuat sendiri, waduh, belum sempat dan mungkin akan lama. Nah, sepertinya PopojiCMS cocok dengan kebutuhan saya ini. Tinggal utak-atik tema dan lainnya sesuai kebutuhan. Kalau mau lebih simple lagi, pengembang menyediakan paket yang lebih komplit hanya dengan donasi Rp. 50.000,00.

Lihat laman demonya

Sementara saya masih menguji coba di localhost dulu.

Popoji CMS made in Indonesia

Laman admin Popoji CMS. (lihat ukuran asli)

Edit: (21.12.14)

Hasil instal di hostingan dan oprekan awal:

PopojiCMS diinstall di hostingan

PopojiCMS diinstall di hostingan (lihat ukuran asli)

Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online

Ikon MFRadioTernyata sudah setahun lebih saya punya hape Nokia Asha 210. Waktu itu pertimbangan beli hape yang pertama adalah harga, yang kedua kualitas. Yang ketiga dan seterusnya saya lupa. Ponsel Android dengan harga yang sama sebenarnya sudah banyak, tapi spek-nya kecil, dan tidak memenuhi pertimbangan nomor dua. Tahu sendiri lah.

Pada saat itu saya memang belum ingin punya Android. Dan sekarang pun sebenarnya masih sama, kecuali untuk develop aplikasinya. Untungnya saya tidak perlu punya Android untuk develop, karena sudah ada yang bersedia meminjamkan kapan saja. 🙂

Continue reading “Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online”

Yarock: Streaming Radio Jadi Gampang

Satu lagi aplikasi pemutar musik untuk Linux, Yarock. Aplikasi ini dibuat dengan Qt murni, bukan berbasis KDE. Bulan lalu sudah rilis versi 1.0.0. Lihat pada laman resmi di Launchpad: https://launchpad.net/yarock/1.x/1.0.0

Pas sekali, saya suka aplikasi yang Qt-based. Di desktop KDE tampilannya membaur dan kesannya natif. Selain itu, kode sumber bisa dipelajari. 🙂

Continue reading “Yarock: Streaming Radio Jadi Gampang”