Read EPUB in J2ME phone

Albite Reader

An e-book reader for Java Mobile developed by Svetlin Ankov. It’s free, and it’s released under the Apache 2.0 License. The source code is available at GitHub. If you are interested in the licensing info of the used resources or would like to download their sources or build your own resources, see the paragraph about resources down the text.

Works with EPUB, txt and (x)html files.

melalui Get the Reader at Albite BOOKS.

Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online

Ikon MFRadioTernyata sudah setahun lebih saya punya hape Nokia Asha 210. Waktu itu pertimbangan beli hape yang pertama adalah harga, yang kedua kualitas. Yang ketiga dan seterusnya saya lupa. Ponsel Android dengan harga yang sama sebenarnya sudah banyak, tapi spek-nya kecil, dan tidak memenuhi pertimbangan nomor dua. Tahu sendiri lah.

Pada saat itu saya memang belum ingin punya Android. Dan sekarang pun sebenarnya masih sama, kecuali untuk develop aplikasinya. Untungnya saya tidak perlu punya Android untuk develop, karena sudah ada yang bersedia meminjamkan kapan saja. 🙂

Continue reading Nokia Asha 210 dan Streaming Radio Online

Android Development (Macam-macam Kakas)

logo android
Logo Android
Tulisan terakhir saya tentang programming adalah tentang development aplikasi Android menggunakan Qt Libs. Sampai saat itu saya menggunakan KDE Necessitas sebagai kakasnya. Versi Qt yang digunakan adalah 4.8.2. Sekarang saya tahu bahwa ternyata Necessitas tidak diperbarui dalam kurun waktu yang cukup lama, dan masih tetap versi alpha 4. Saya tidak tahu mengapa, tetapi saya menduga ini mungkin sudah diambil alih Digia dan menjadikannya Qt Mobile sebagai strategi bisnisnya.

Berangkat dari hal di atas, saya mulai mencoba Qt 5 for Android. Namanya baru belajar, ya maklumlah. Selain itu, karena ukuran unduhan Qt framework yang besar, saya perlu pertimbangan khusus untuk mengunduhnya. Dan selain mulai belajar pengembangan aplikasi Android dengan Qt, saya juga mulai belajar QML. Yang mana sudah saya simpulkan pada tulisan yang lalu, bahwa banyak developer yang memilih QML untuk pengembangan aplikasi mobile.

Tetapi kali ini saya belum akan berbagi kode bagaimana pengembangan aplikasi mobile dengan QML ini. Karena saya cuma masih bisa membuat “Hello World”. Continue reading Android Development (Macam-macam Kakas)

Aplikasi Android dengan Pustaka Qt Framework

Salah satu alasan saya mempelajari pemrograman dengan Qt Framework adalah karena dukungan multiplatform. Sesuai dengan mottonya: “Code less. Create more. Deploy everywhere“. Yang perlu ditekankan adalah deploy everywhere-nya. Walaupun tidak sama seperti Java, Qt masih punya peluang untuk running di Android. Ini dibantu oleh Ministro yang akan mengunduh library Qt untuk Android.

Saya belum menjelajah sampai jauh utuk mencari tahu seberapa potensialnya Qt dipakai untuk mengembangkan aplikasi Android. Tapi jika googling, pasti kita akan menemukan banyak sekali pembahasan mengenai ini. Sejauh ini bisa saya simpulkan bahwa untuk pengembangan aplikasi Android dengan Qt, banyak developer yang lebih memilih QML daripada Qt widget. Bahkan contoh program Ubuntu SDK untuk Ubuntu Touch juga ditulis dalam QML.

Terlepas dari itu, saya kira Java tetaplah yang paling pantas untuk pengembangan aplikasi Android. Google juga menyatakan bahwa kita memang berpeluang untuk menggunakan bahasa C++ tapi jangan karena kita lebih suka dengan C++. Kode natif memang lebih powerful untuk mengakses fitur hardware, tapi akses ke API Android tidak banyak. Oleh karena itu, ada yang menyatakan, jika kita hanya akan sekali saja membuat aplikasi untuk Android, memakai Qt tidak masalah. Tapi jika berencana untuk membuat banyak aplikasi, tentunya Java lebih diutamakan.
Continue reading Aplikasi Android dengan Pustaka Qt Framework