Kdenlive: Forcing Video Aspect Ratio to 16:9

This time, I’ll present a tutorial about video editing with Kdenlive, an awesome video editor for Linux. The tutorial is about how to force video aspect ratio to 16:9. Sometimes, we’ve got a recording of TV and it has a distorted aspect ratio. I mean, the resolution is not fully fit on screen, rather it’s 4:3 instead and has black boxes at the left and right side. So I will show you how to deal with it.

Please just check this out, even though it’s in Bahasa Indonesia. 🙂

Advertisements

Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video

Baiklah, inilah lanjutan dari tulisan lampau yang sudah mengenalkan sedikit tentang Kdenlive, editor video di Linux. Tulisan tentang Kdenlive ini menjelaskan sedikit bagaimana membuat credit di akhir video. Itu tuh, tulisan yang bergerak dari bawah ke atas, yang seperti di akhir film-film.

Biasanya, seperti pada film-film, credit menampilkan nama-nama pemeran dan pekerja di balik layar. Ada pula informasi lainnya, seperti lagu-lagu soundtrack, tahun rilis film, bahkan sponsor-sponsor.

Kita pun bisa membuat tulisan credit ini untuk proyek video kecil kita. Dengan Kdenlive pun ternyata kita bisa melakukannya. Tapi memang tidak ada cara pintas untuk membuatnya. Perlu ada sedikit usaha lebih untuk membuat tulisan credit. Continue reading Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video

Kubuntu 13.04 64-bit

kubuntu logo
Logo Kubuntu

Beberapa hari lalu Kubuntu 12.04 saya mengalami kendala pada saat booting yang mana tidak bisa melewati plymouth (splash screen). Kemungkinan besar penyebabnya adalah karena X.Org yang tidak sengaja terhapus. Mungkin itu karena saya memasang paket ubuntu-desktop. Saya pikir itu karena konflik antara lightdm dan kdm. Tapi walaupun sudah saya hapus salah satunya dan mencoba memasang X.Org kembali dari tty, tetap saja masalah berlanjut. Akhirnya saya putuskan untuk install ulang saja. Saya hanya punya dua pilihan: Ubuntu 13.10 atau Kubuntu 13.04, semuanya 64-bit. Sebenarnya saya masih ingin pakai yang LTS, tapi semua ISO ada di partisi Ubuntu kecuali dua itu. Setelah saya buat flash disk multi bootable, langsung saya coba keduanya, dan yang bisa di-boot hanya Kubuntu. Ternyata entry GRUB untuk Ubuntu Saucy pada file menu.lst ada yang salah. Tapi ini lebih baik buat saya, karena PC saya tidak support OpenGL yang dipakai Unity. Dan saat saya berhasil mem-boot Live USB Ubuntu Saucy, kinerjanya terasa berat.

Continue reading Kubuntu 13.04 64-bit