KDE Plasma meets new dock

A few days earlier, I wanted a fresh look for my Plasma desktop, and I want a macOS-like interface. So, I googled for “dock” app for latest Plasma version. And eventually I ended up to choose Latte-Dock plasma widget. The last chance I customized KDE to resemble macOS look, I made use of Daisy plasma widget. But since it’s not developed any more for long time, I looked for another alternative, then here comes Latte-Dock.

As I use Fedora, I just have to run dnf install latte-dock to install it. Then I need to run it through app menu launcher to have it appears on the desktop. But actually I made mistake by adding its plasma widget manually via Add widgets of Plasma desktop. I didn’t get the settings I expected like in the tutorial I’ve found then. Yesterday I found a detailed article about Latte-Dock in this link (in German).

Once it launched, it will appear in the bottom screen of plasma desktop. We can add common plasma widgets in it, too, just like in the plasma panel. Also it can be customized by settings and tweak that it provides. For me, the default settings is enough, except for the animation that I cannot obtain due to the lack of performance of my video graphic driver.

In addition to dock app, I also move the default plasma panel to the top of screen. Then I removed the Icon-only Task Manager widget, and added Global Menu widget. Yeah, fortunately there is a global menu widget that is provided by Plasma desktop. But I also need to choose a settings somewhere in the system settings in order that the global menu widget shows application menu.

I also mixed and match other widgets to customize my plasma to look close enough like macOS. The final result is as follow:

Screenshot_20170910_093408
My KDE Plasma desktop as of September

 

Advertisements

Membuat Paket DEB sekaligus Mengunggahnya ke PPA Launchpad

Kali ini saya perlu mendokumentasikan tata cara packaging di Ubuntu. Sebelumnya sudah pernah, sebagaimana saya ceritakan pada tulisan #34, tetapi karena kesombongan, saya hanya mengandalkan ingatan yang mana ingatan itu ternyata tidak abadi. Dengan kata lain, saya sudah lupa.

Packaging di Ubuntu bagi saya yangnoobdan bukan programmer ini terasa rumit dan susah. Tutorial dan dokumentasi tentang packaging memang banyak, tapi dalam bahasa Inggris. Ini yang menjadi kendala lain untuk mempelajarinya. Saya yakin banyak juga ahli di bidang ini di negeri ini yang sudah berpengalaman, namun belum sempat berbagi ilmunya itu, mengingat ada beberapa distro racikan anak negeri, atau mungkin saya saja yang belum mencarinya 😀 . Nah, walaupun saya bukan ahli, setidaknya dan mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana proses memaketkan aplikasi untuk Ubuntu sekaligus membuat PPA (Personal Package Archive) di Launchpad.

Continue reading Membuat Paket DEB sekaligus Mengunggahnya ke PPA Launchpad

Acang Plasma Mawakit (Plasma Widget Mawakit) di Kubuntu 14.04 Trusty Tahr

Judulnya aneh ya? Saya lupa padanan kata terbaru untuk “widget” selain acang.

Mawakit adalah acang untuk lingkungan desktop KDE yang berguna untuk menampilkan jadwal waktu shalat. Saya mencari-cari PPA-nya tetapi tidak menemukan, sepertinya saya harus bertindak nih 😀 . Sepertinya dulu pernah ada tutorial berbahasa Indonesia yang menerangkan cara kompilasi Mawakit, tetapi sudah tidak ada di Google.

Selain Mawakit, ada aplikasi lain yang juga berguna untuk mengingatkan jadwal shalat, namanya Minbar. Tapi karena Minbar berbasis GTK+, saya lebih memilih Mawakit. Bukannya saya tidak suka GTK+, tapi saya ingin agar aplikasi yang saya install punya integrasi dengan KDE, jadi saya lebih memilih Mawakit. Selain itu, Mawakit tidak perlu autostart, karena merupakan acang plasma yang mana akan dimuat seketika log masuk lingkungan KDE. Continue reading Acang Plasma Mawakit (Plasma Widget Mawakit) di Kubuntu 14.04 Trusty Tahr