Qt QML untuk Aplikasi Android (dengan KDE Necessitas)

Necessitas merupakan kakas pengembangan untuk aplikasi Android dengan Qt Framework, dikembangkan oleh tim KDE Project. Kakas ini menggunakan Qt Creator untuk IDE dan Qt versi 4.8.2 sebagai frameworknya. Tetapi tampaknya tidak diperbarui lagi, atau mungkin sudah diambil alih oleh Digia, selaku pemegang hak lisensi komersial Qt Framework.

Sekarang saatnya saya membagikan cerita tentang belajar membuat aplikasi Android dengan Qt Framework (QML). Tulisan sebelumnya tentang kakas pengembangan aplikasi Android dan MVC di Qt QML merupakan pengantar untuk tulisan ini.

Contoh aplikasi ini adalah RSS feed reader sederhana. Saat membuat New Project, pilih Qt Quick Application. Pada pilihan Kit, pilih untuk Android. Jika tidak ada, tambahkan kit Android setelah berhasil membuat New project. Nanti Qt Creator akan secara otomatis menambahkan file-file yang diperlukan untuk membuat sebuah APK, seperti misalnya AndroidManifest.xml. Pastikan Android SDK dan NDK sudah diatur dengan benar di Option Qt Creator. Kalau Necessitas biasanya sudah ada pengaturan saat instalasi. Berikut ini adalah source code QMLnya:

Continue reading Qt QML untuk Aplikasi Android (dengan KDE Necessitas)

Qt QML Model, View & Delegate

Pada tulisan ini saya hanya akan berbagi kode sumber Qt Quick pertama. Ini adalah intro ke pemrograman model view dengan QML. Sebelumnya sudah saya posting model view untuk Qt C++.

Contoh proyek ini adalah Qt Quick UI, jika anda membuat New Project di Qt Creator. File kode sumber dibagi menjadi 3, ditambah satu file “Kepala” yang opsional.

Utama.qml

Ini adalah file utama yang dieksekusi dengan qmlscene. Continue reading Qt QML Model, View & Delegate

Android Development (Macam-macam Kakas)

logo android
Logo Android
Tulisan terakhir saya tentang programming adalah tentang development aplikasi Android menggunakan Qt Libs. Sampai saat itu saya menggunakan KDE Necessitas sebagai kakasnya. Versi Qt yang digunakan adalah 4.8.2. Sekarang saya tahu bahwa ternyata Necessitas tidak diperbarui dalam kurun waktu yang cukup lama, dan masih tetap versi alpha 4. Saya tidak tahu mengapa, tetapi saya menduga ini mungkin sudah diambil alih Digia dan menjadikannya Qt Mobile sebagai strategi bisnisnya.

Berangkat dari hal di atas, saya mulai mencoba Qt 5 for Android. Namanya baru belajar, ya maklumlah. Selain itu, karena ukuran unduhan Qt framework yang besar, saya perlu pertimbangan khusus untuk mengunduhnya. Dan selain mulai belajar pengembangan aplikasi Android dengan Qt, saya juga mulai belajar QML. Yang mana sudah saya simpulkan pada tulisan yang lalu, bahwa banyak developer yang memilih QML untuk pengembangan aplikasi mobile.

Tetapi kali ini saya belum akan berbagi kode bagaimana pengembangan aplikasi mobile dengan QML ini. Karena saya cuma masih bisa membuat “Hello World”. Continue reading Android Development (Macam-macam Kakas)