Learning with fun

I mostly learn English on Thursdays, by trying to follow hashtag #kamisinggris that I found it couple of times in IG timeline of @ridwankamil. The sources of learning are vary and easy to find as I live in internet era. Today I found an interesting Youtube channel, and I’d like to share it here about a video from it.

The channel is Japanese Ammo with Misa, that it’s actually a channel for learning Japanese. But by the videos from this channel, I can learn two languages at once: Japanese as well as English, as the channel owner speaks English in her videos. And yeah, I learn Japanese as well, anyway.

The video I just found is this:

Learn Japanese through the lyrics of zen-zen-zense (Kimi no Na wa OST.)

Misa-sensei explains the meaning of lyrics line by line in details. She translates every words and phrases of the lyrics with comprehensive explanation. For instance, she tells us about usage of word “boku”. This is the most interesting part for me. Because I’ve just understood that the word actually sounds cute, weak, and kind of poetic in this situation (song lyrics).

I usually use the word “boku” when I try to make a sentence in Japanese, and then I post it to FB status. I mostly hear the word from songs, just like the song in the video. As Misa-sensei explains, the word is kind of poetic, that it make sense to use in a song. But I also often hear the word in anime or dorama. And yes, I realized that it’s kind of a casual word when used in shows.

In addition, there are a few expressions that I’ve never learnt before, that Misa-sensei explains in the video. Besides, learning language with a song is quite exciting as well. The video will guide you through another way of learning Japanese with fun. So, if you are also learning Japanese, just check out the video. And have fun.

Advertisements

Kdenlive: Forcing Video Aspect Ratio to 16:9

This time, I’ll present a tutorial about video editing with Kdenlive, an awesome video editor for Linux. The tutorial is about how to force video aspect ratio to 16:9. Sometimes, we’ve got a recording of TV and it has a distorted aspect ratio. I mean, the resolution is not fully fit on screen, rather it’s 4:3 instead and has black boxes at the left and right side. So I will show you how to deal with it.

Please just check this out, even though it’s in Bahasa Indonesia. 🙂

Making Kinetic Typography in Linux

Kinetic typography is an animation technique for moving text in certain ways. It became quite popular since a few years earlier. There are so many tutorials out there how to do kinetic typography. Almost all of them are created with After Effects (AE).

As a part of OpenSource community, I have once wondered, was there exist a similar program to do kinetic typography that runs on Linux? The answer is, yes of course, but not as powerful as AE. Actually, I’ve found Synfig Studio that has a close functionality to AE to produce kinetic typography. But, basically Synfig is a 2D animation software. Therefore, I cannot compare it with AE, after all.

TL;DR, this is a tutorial I’ve found in Youtube to do kinetic typography in Linux

And this is my rendered video

MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual

Saya mencoba instal MuseScore setelah mengunjungi laman Showroom aplikasi-aplikasi Qt yang belum lama dibuat: http://showroom.qt-project.org/musescore/ (mungkin pranala akan berubah beberapa waktu ke depan). Sebagaimana umumnya aplikasi Qt, MuseScore ini bisa running pada multi-platform, termasuk pula Ubuntu (atau Linux secara keseluruhan). Aplikasi ini adalah aplikasi pembuat partitur musik. Walaupun saya tidak paham soal musik, tapi melihat fitur-fitur yang ada di dalamnya, kelihatannya dia adalah aplikasi yang mumpuni untuk menggubah aransemen musik.

Tulisan ini adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan aplikasi opensource MuseScore. Saya tidak tahu cakupannya sampai seluas apa, atau kepada golongan mana. Tetapi saya yakin pasti ada yang membutuhkannya, mungkin suatu hari nanti.

Continue reading MuseScore: Integrasi Keyboard MIDI Virtual

Input Method Arab dan Jawa dengan Cara Indonesia

Tulisan ini merupakan perpanjangan dari tulisan sebelumnya. Saya mendapat ide dari kang Buono dan diberi masukan oleh kang Malsasa sehingga menuliskan posting ini. Tetapi saya belum mencoba ibus-table-alif (yang disarankan kang Malsasa) untuk kali ini.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah memberi gambaran apa itu input method dan contoh-contohnya. Kali ini saya ingin lebih sistematis dalam menerangkan cara agar kita bisa mengetik tulisan Arab dan Jawa dengan keyboard standar US. Yang mana disesuaikan dengan simbol fonetiknya, misalnya tombol A menghasilkan Alif atau aksa Jawa A, dsb.

Jika sebelumnya saya memakai IBus sebagai contohnya, maka kali ini menggunakan ekstensi xkb. Ubuntu menyertakannya dalam setiap ISO-nya. Jadi, tidak perlu instal paket tambahan, kecuali untuk input Jawa.

Namun sebenarnya xkb ini tidak bisa dimodifikasi secara programatik, yaitu misalnya saya membuat paket DEB dan mengedit file evdev.xml. Hal seperti ini adalah ilegal menurut kaidah pemaketan Debian. Maka nanti anda akan mengedit sendiri file evdev.xml tersebut. Continue reading Input Method Arab dan Jawa dengan Cara Indonesia

Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video

Baiklah, inilah lanjutan dari tulisan lampau yang sudah mengenalkan sedikit tentang Kdenlive, editor video di Linux. Tulisan tentang Kdenlive ini menjelaskan sedikit bagaimana membuat credit di akhir video. Itu tuh, tulisan yang bergerak dari bawah ke atas, yang seperti di akhir film-film.

Biasanya, seperti pada film-film, credit menampilkan nama-nama pemeran dan pekerja di balik layar. Ada pula informasi lainnya, seperti lagu-lagu soundtrack, tahun rilis film, bahkan sponsor-sponsor.

Kita pun bisa membuat tulisan credit ini untuk proyek video kecil kita. Dengan Kdenlive pun ternyata kita bisa melakukannya. Tapi memang tidak ada cara pintas untuk membuatnya. Perlu ada sedikit usaha lebih untuk membuat tulisan credit. Continue reading Kdenlive: Membuat Tulisan Kredit di Akhir Video